Serang – Mediakomposisi.com Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten memperingati satu tahun pelaksanaan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) melalui kegiatan Eka Varsa TAMASYA yang digelar di Daycare Tunas Insan Kamil, Kota Serang, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini di Provinsi Banten.

Acara tersebut dihadiri Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra, Kepala DP3AKB Kota Serang Wasis Dewanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemendukbangga/BKKBN Banten Dwi Astati Yuda, Kepala Yayasan Cita Mandiri Albantani Ida Farida, serta para pengelola dan pengasuh TAMASYA. Peringatan satu tahun program ditandai dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol keberlanjutan komitmen dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam sambutannya, Yuda Ganda Putra menegaskan bahwa pengasuhan anak usia dini merupakan investasi strategis untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul. Menurutnya, Program TAMASYA hadir sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan pengasuhan yang aman, berkualitas, dan penuh kasih sayang sejak dini.
Program TAMASYA merupakan salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan pengasuhan anak melalui peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, peningkatan keterlibatan orang tua, serta penguatan sistem layanan rujukan. Program ini juga mendukung upaya pencegahan stunting dan pembangunan keluarga berkualitas.
Perkembangan Program TAMASYA di Banten menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 42 TAMASYA telah bergabung dalam program ini. Dari jumlah tersebut, 12 TAMASYA mendapatkan pendampingan melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, sementara sejumlah TAMASYA baru terus berkembang di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Kemendukbangga/BKKBN Banten terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan pengelola daycare guna memperluas akses layanan pengasuhan yang aman, ramah anak, dan berkualitas. Melalui sinergi tersebut, diharapkan kualitas tumbuh kembang anak Indonesia semakin optimal serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. (**)
