Jakarta, Mediakomposisi.com – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono membeberkan lima alasan utama mengapa keberadaan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) sangat penting bagi masyarakat di wilayah pelosok Indonesia. Selain memperkuat ketahanan wilayah, Yon TP juga dinilai mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Donny, Yon TP yang mulai dibentuk TNI Angkatan Darat pada tahun 2025 memiliki tugas strategis dalam mendukung pembinaan teritorial, memperkuat ketahanan wilayah, serta membantu penanganan kondisi darurat dan bencana alam.
“Batalion ini hadir dengan memiliki unsur-unsur yang lengkap yaitu kompi kesehatan, kompi peternakan, dan kompi perikanan,” ujar Donny dalam acara Silaturahmi Bersama Insan Media di Jakarta.
Alasan pertama, Yon TP berperan sebagai kekuatan respons cepat dalam penanggulangan bencana. Keberadaan satuan ini telah terbukti membantu mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pascabencana di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Kedua, Yon TP mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran batalion tersebut terbukti menghidupkan aktivitas UMKM dan sektor perdagangan di daerah terpencil, bahkan berdampak pada peningkatan nilai aset dan harga tanah di kawasan sekitar. Fenomena ini, menurut Donny, terlihat di wilayah Batalyon Mandala Yudha, Lebak, Banten.
Ketiga, keberadaan Kompi Kesehatan dalam struktur Yon TP menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses layanan medis. Fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu menekan angka kematian ibu dan anak di daerah yang jauh dari rumah sakit.
Keempat, Yon TP turut mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur dengan membuka akses jalan dan membangun jembatan di wilayah terisolasi. Infrastruktur tersebut memudahkan masyarakat dalam mendistribusikan hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan ke pusat-pusat ekonomi.
Alasan kelima adalah fungsi Yon TP sebagai jembatan informasi bagi masyarakat pelosok. Kehadiran prajurit TNI membuka ruang komunikasi yang lebih luas sehingga masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi penting, mulai dari pendidikan, layanan pemerintah hingga peluang karier di lingkungan TNI.
“Jadi dampak sosialnya di situ, masyarakat bisa berkomunikasi, bisa bergaul. Ada komunikasi antara prajurit dengan masyarakat. Misalnya ada orang tua yang mau mendaftarkan anaknya masuk tentara bisa berkomunikasi, termasuk anak-anak muda di wilayah tersebut,” kata Donny.
Ia menegaskan, Yon TP tidak hanya berfungsi sebagai satuan teritorial, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau. Dengan konsep tersebut, TNI AD berharap pemerataan pembangunan dapat semakin dirasakan hingga ke pelosok negeri. (***)
