MAGETAN,Mediakomposisi.com – Kabupaten Magetan resmi masuk dalam daftar daerah strategis pertahanan nasional. Hal itu ditandai dengan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Mategal, Kecamatan Parang, yang kini mulai dipersiapkan oleh jajaran Kodam V/Brawijaya.
Tak sekadar pembangunan markas militer biasa, proyek ini diproyeksikan membawa dampak besar bagi pertahanan hingga ekonomi masyarakat sekitar. Sebanyak 1.190 personel TNI nantinya akan ditempatkan di Yonif TP Parang yang berdiri di atas lahan seluas 51,13 hektare kawasan hutan produksi milik Perhutani KPH Madiun.
Dalam paparannya, Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Omi Girindra Sasmito menyebut posisi Magetan dinilai sangat strategis karena berada di wilayah tengah Jawa Timur. Letak tersebut membuat Magetan dipersiapkan menjadi kekuatan cadangan jika sewaktu-waktu terjadi ancaman dari arah utara maupun selatan.
“Magetan berada di posisi tengah sehingga apabila ada serangan dari utara atau selatan, Magetan menjadi kekuatan bantuan maupun cadangan operasi,” terang Dandim saat peninjauan lokasi, Selasa (26/5/2026).
Selain memperkuat pertahanan wilayah, keberadaan Yonif TP juga diproyeksikan mendukung pengamanan objek vital nasional, khususnya Lanud Iswahjudi di Kecamatan Maospati.
Yonif TP Parang nantinya memiliki struktur lengkap mulai tiga kompi senapan, satu kompi bantuan, hingga unit peternakan, pertanian, konstruksi dan medis. Konsep tersebut membuat batalyon ini tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan tempur, tetapi juga mendukung pembangunan wilayah sekitar.
Lokasi pembangunan berada di Dusun Gangsiran RT 22 RW 8 Desa Mategal Kecamatan Parang. Kawasan itu dipilih karena dinilai memenuhi berbagai syarat ideal pembangunan batalyon. Mulai akses jalan nasional selebar enam meter, sumber air, jaringan listrik PLN hingga sinyal komunikasi yang memadai.
Tak hanya itu, kawasan tersebut juga dekat dengan pusat aktivitas masyarakat seperti pasar, sekolah, balai desa dan fasilitas kesehatan.
“Kalau istilah dari ADM Perhutani, lokasinya premium karena dekat dengan pusat ekonomi masyarakat bahkan sudah mepet area persawahan,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengapresiasi dukungan Perhutani dan Pemerintah Kabupaten Magetan terhadap pembangunan Yonif TP di Parang.
Menurutnya, pembangunan Yonif TP Magetan merupakan bagian tahap keempat pembangunan batalyon teritorial Kodam V/Brawijaya setelah sebelumnya dibangun di Bangkalan, Probolinggo, Bojonegoro, Lamongan, Tulungagung, Nganjuk, Tuban, Pacitan hingga Sumenep.
“Awal bulan Juli harapannya barak dan dapur sudah selesai karena sekitar 600 pasukan akan mulai masuk ke Yon TP Parang,” kata Pangdam.
Kehadiran ratusan hingga ribuan prajurit itu diyakini bakal memberi dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Mulai usaha laundry, warung makan, kebutuhan harian hingga jasa lainnya diprediksi ikut tumbuh seiring aktivitas Yonif TP.
“Kalau kebutuhan laundry, perlengkapan kebersihan dan kebutuhan harian prajurit tentu akan membeli di sekitar masyarakat sini. Ini akan menggerakkan ekonomi warga,” tegasnya.
Meski pembangunan terus berjalan, Pangdam meminta proses pengerjaan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Pohon-pohon yang tidak perlu ditebang diminta tetap dipertahankan agar kawasan Yonif TP tetap hijau dan nyaman.
“Atas nama Kodam V/Brawijaya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Harapannya keberadaan Yon TP ini benar-benar membawa perubahan positif bagi masyarakat Parang dan Kabupaten Magetan,” pungkasnya.(nto).
